ILUSTRASI
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siap
merealisasikan pembangunan Jembatan Sei Tayan di Kabupaten Sanggau,
Kalimantan Barat (Kalbar) pada pertengahan Desembar 2011 mendantang.
Dana proyek jembatan ini senilai 740, 04 miliar berasal dari dana
pemerintah disokong oleh loan China.
"Pertengahan Desember kami harapkan pemancangan pertama sudah bisa dilakukan. Proyek ini akan dikerjakan 900 hari dan mungkin saja bisa dipercepat karena tak ada hambatan pembebasan lahan seperti proyek lainnya," kata Dirjen Bina Marga, PU Djoko Murjanto kepada pers usai menyaksikan penandatanganan kontrak konstruksi jembatan itu antara konsorsium China Road and Bridge Corporation-PT Wijaya Karya dengan Satuan Kerja Proyek Jembatan Kayan di Jakarta, Senin (21/11).
Djoko menjelaskan, proyek tersebut sangat strategis karena terkait dengan pengembangan Kalimantan sebagai bagian dari BIMP-EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philipine-East ASEAN Growth Area), maupun ASEAN Highway dan akses Kalimantan di bagian selatan yang selama ini terputus.
"Harapannya Jembatan Tayan bisa menjadi pemicu bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan itu. Apalagi bagi Kalimantan Barat sebagai salah satu lumbung energi nasional. Jembatan ini juga bagian dari MP3EI," katanya.
Jembatan yang digagas sejak 2002 itu terletak di Kecamatan Tayan Hilir dan akan menghubungkan antara Kota Tayan dengan Piasak, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jembatan melintas di Sungai Kapuas sepanjang 1.420 meter dengan konstruksi dua jembatan. Jembatan pertama sepanjang 280 meter dan jemnatan kedua 1.140 meter, melintasi Pulau Tayan. suh/E-8
"Pertengahan Desember kami harapkan pemancangan pertama sudah bisa dilakukan. Proyek ini akan dikerjakan 900 hari dan mungkin saja bisa dipercepat karena tak ada hambatan pembebasan lahan seperti proyek lainnya," kata Dirjen Bina Marga, PU Djoko Murjanto kepada pers usai menyaksikan penandatanganan kontrak konstruksi jembatan itu antara konsorsium China Road and Bridge Corporation-PT Wijaya Karya dengan Satuan Kerja Proyek Jembatan Kayan di Jakarta, Senin (21/11).
Djoko menjelaskan, proyek tersebut sangat strategis karena terkait dengan pengembangan Kalimantan sebagai bagian dari BIMP-EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philipine-East ASEAN Growth Area), maupun ASEAN Highway dan akses Kalimantan di bagian selatan yang selama ini terputus.
"Harapannya Jembatan Tayan bisa menjadi pemicu bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan itu. Apalagi bagi Kalimantan Barat sebagai salah satu lumbung energi nasional. Jembatan ini juga bagian dari MP3EI," katanya.
Jembatan yang digagas sejak 2002 itu terletak di Kecamatan Tayan Hilir dan akan menghubungkan antara Kota Tayan dengan Piasak, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jembatan melintas di Sungai Kapuas sepanjang 1.420 meter dengan konstruksi dua jembatan. Jembatan pertama sepanjang 280 meter dan jemnatan kedua 1.140 meter, melintasi Pulau Tayan. suh/E-8